Workshop Pembelajaran Daring Berbasis AI APTISI Wilayah VII di MalangMalang, 19–20 Agustus 2026 — Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Daring Berbasis AI. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Cakra, Malang. Workshop tersebut bertujuan memperkuat kompetensi digital para pendidik dan mendorong transformasi pembelajaran di perguruan tinggi.

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, perguruan tinggi harus mampu beradaptasi agar pembelajaran tetap efektif, fleksibel, dan sesuai kebutuhan mahasiswa di era digital.

Narasumber Utama Workshop Pembelajaran Daring Berbasis AI

APTISI Wilayah VII menghadirkan Dr. Ir. Nurul Hidayat, S.Pt., M.Kom. atau yang akrab disapa Doktor Enha sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Doktor Enha menekankan pentingnya peran pendidik dalam merancang pembelajaran digital. Menurutnya, teknologi harus mendukung aspek pedagogis dan kebutuhan peserta didik.

Doktor Enha menjelaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) merupakan peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. AI tidak menggantikan peran dosen atau guru. Sebaliknya, AI menjadi mitra pembelajaran yang membantu pendidik mengembangkan ide, menyusun materi, meningkatkan efisiensi kerja, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih kreatif serta bermakna.

Selain itu, tantangan pendidik di era digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi. Yang lebih penting adalah kemampuan merancang pembelajaran yang memanfaatkan teknologi secara tepat. Penggunaan AI harus mendukung tujuan pembelajaran, meningkatkan interaksi akademik, dan memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa.

“AI harus menjadi mitra belajar, bukan ancaman. Teknologi ini dapat membantu pendidik menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif. Namun, peran manusia tetap dibutuhkan untuk menentukan arah dan kualitas proses pendidikan,” ujar Doktor Enha.

Materi yang Disampaikan dalam Workshop

Peserta mendapatkan berbagai materi penting, antara lain:

  • Konsep dasar Artificial Intelligence
  • Strategi integrasi teknologi dalam pembelajaran daring
  • Pengembangan bahan ajar digital
  • Pembuatan media pembelajaran interaktif
  • Pemanfaatan AI secara etis dan bertanggung jawab di lingkungan akademik

Selain pemaparan materi, workshop juga menghadirkan sesi diskusi dan praktik langsung. Melalui sesi ini, peserta dapat mengeksplorasi cara menggunakan AI mulai dari tahap perencanaan, pengembangan materi, hingga evaluasi pembelajaran.

Partisipasi Dosen Universitas Anwar Medika

https://www.uam.ac.id/rony-kriswibowo-s-kom-m-kom/Kegiatan ini diikuti oleh berbagai akademisi dari perguruan tinggi. Salah satunya adalah Rony Kriswibowo, dosen Universitas Anwar Medika. Keikutsertaannya menunjukkan komitmen sivitas akademika UAM dalam meningkatkan kompetensi digital dan memahami perkembangan teknologi untuk mendukung inovasi pembelajaran.

Menurut Rony Kriswibowo, pemanfaatan AI memberi peluang besar bagi dosen untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan relevan dengan karakteristik mahasiswa saat ini. Namun demikian, penggunaan teknologi harus tetap bijak. Nilai akademik, etika, dan peran dosen sebagai fasilitator pembelajaran tetap harus dijaga.

“AI memberikan ruang bagi dosen untuk lebih kreatif dalam mengembangkan pembelajaran. Teknologi ini dapat membantu berbagai proses akademik. Tetap saja, kemampuan berpikir kritis diperlukan agar penggunaannya memberikan dampak positif bagi mahasiswa,” ungkap Rony Kriswibowo.

Harapan APTISI Wilayah VII

Pelaksanaan Workshop Pembelajaran Daring Berbasis AI di Hotel Grand Cakra, Malang, menjadi momentum penting bagi para pendidik. Kegiatan ini memperkuat kesiapan menghadapi era pendidikan berbasis teknologi.

Melalui workshop ini, APTISI Wilayah VII berharap lahir lebih banyak inovasi pembelajaran digital. Inovasi tersebut tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi, tetapi juga tetap mengedepankan aspek humanis dalam pendidikan.

Dengan demikian, transformasi pendidikan digital bukan sekadar tentang penggunaan teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi mampu memperkuat peran pendidik, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi mahasiswa.

  • Baca Juga:

Upacara 17 Agustus ⭐⭐⭐⭐⭐Universitas Anwar Medika

Upacara 17 Agustus ⭐⭐⭐⭐⭐Universitas Anwar Medika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *