UAM – Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kampus, Universitas Anwar Medika (UAM) menggelar Sharing Session Manajemen Risiko K3 pada Rabu (18/2/2026) bertempat di Auditorium UAM Lantai 7. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi tenaga kependidikan (tendik) dan dosen, khususnya yang berhubungan langsung dengan pengelolaan sarana, prasarana, serta laboratorium.

Kegiatan diisi oleh, Danuditya Purna Atmaja, S.Or., M.Or., yang merupakan dosen Fisioterapi UAM. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya identifikasi risiko kerja, pencegahan kecelakaan, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) di lingkungan pendidikan tinggi.

Materi yang Disampaikan

Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, beberapa poin utama yang dibahas antara lain:

✅ Konsep dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
✅ Identifikasi potensi bahaya di lingkungan kampus
✅ Penilaian dan pengendalian risiko kerja
✅ Pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
✅ Strategi pencegahan kecelakaan dan insiden kerja

Peserta juga diberikan contoh studi kasus sederhana terkait risiko kerja di laboratorium dan fasilitas pendidikan kesehatan.

Meningkatkan Budaya Safety Awareness

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah tendik dan dosen, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sarana dan prasarana kampus serta laboratorium. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi aktif mengenai praktik terbaik penerapan K3 di unit kerja masing-masing.

Dengan terselenggaranya Sharing Session Manajemen Risiko K3 ini, diharapkan seluruh elemen kampus semakin memiliki safety awareness dan mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktif.

Universitas Anwar Medika terus berkomitmen menghadirkan kegiatan penguatan kapasitas SDM demi terciptanya standar keselamatan kerja yang optimal di lingkungan pendidikan tinggi. (Hms.)