
Halo kawan – kawan UAM-ers.. Semua serba digital, mau pesen makan online, ke dokter bisa online, mau bayar apa – apa harus online juga. Tetapi apa kamu tau sekarang lagi marak tentang kejahatan siber lho. Maka keamanan data menjadi hal yang sangat krusial. Salah satu ancaman yang paling sering terjadi adalah phishing, yaitu upaya penipuan dengan menyamar sebagai pihak terpercaya untuk mencuri data pribadi, seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau informasi akun lainnya.
Apa Itu Phishing dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Phishing biasanya dilakukan melalui email, pesan singkat, atau situs web palsu yang dirancang semirip mungkin dengan aslinya. Contohnya, kamu bisa menerima email yang seolah-olah dari bank atau e-commerce, yang meminta kamu klik tautan dan memasukkan data login.
Sekali kamu tertipu, penjahat siber bisa mengakses akunmu, melakukan transaksi ilegal, atau bahkan menjual datamu di dark web.
(Contoh email scam : image by www.hostinger.com)
Dari poin-poin identifikasi phising tadi, Anda bisa melihat ciri khas penipuan phising pada email di atas, seperti:
- Mencantumkan nominal uang yang tidak realistis.
- Berusaha meyakinkan Anda bahwa pesan tersebut bukanlah scam.
- Email pengirim yang mencurigakan, asing, dan tidak dikenal.
- Tidak mencantumkan nama penerima dan pesan sambutan khusus, menunjukkan bahwa email tersebut kemungkinan merupakan blind phising yang dikirim ke banyak penerima sekaligus.
- Membawa nama pemerintah setempat untuk meyakinkan Anda bahwa pengirim bukanlah orang jahat karena dekat dengan pihak penguasa.
Mengapa Phishing Berbahaya?

Phishing bukan sekadar penipuan biasa. Dampaknya bisa sangat serius:
- Kehilangan akses ke akun penting (email, media sosial, bank). Bayangkan anda login ke website yang mirip misal seperti clickABC.com menjadi klikABC.com, dan pada saat anda mengisikan username dan password website anda, otomatis username dan password akan terkirim ke pelaku. Alhasil akun anda akan diganti password dan anda kehilangan akses anda.
- Kehilangan uang. Setelah anda kehilangan akun anda, apalagi anda tidak sadar bahwa akun anda sudah diretas, maka pelaku dengan santainya dan leluasa untuk mengakses rekening anda, bahkan bisa melakukan transaksi dengan itu. Apa lagi kalau data kartu kredit yang dijebol. Wah bisa runyam!
- Identitasmu bisa digunakan untuk tindak kejahatan lain. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, identitas pribadi bisa disalahgunakan oleh pelaku dan untuk melakukan tindak kejahatan. Serta paling parah, nama anda rusak !
- Reputasi digital terganggu. Nah ini yang terakhir dampaknya. Saya ada beberapa pengalaman, bahwa ada orang yang mengaku menjadi istri saya dan mempunyai akses terhadap teman – teman istri saya. Modus pelaku, mereka meminta bantuan (meminjam uang) kepada teman istri saya dengan menggunakan identitas istri saya. Kalau terlanjur dikirimkan ke si pelaku, maka orang taunya yang melakukan itu adalah istri saya, Sangat berbahaya bukan?
Bagaimana Cara Menghindarinya?
Beberapa tips untuk menghindari phishing:
✅ Selalu periksa alamat email dan tautan
✅ Jangan klik link mencurigakan
✅ Aktifkan autentikasi dua faktor
✅ Gunakan antivirus dan software keamanan
✅ Perbarui perangkat lunak secara berkala
Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Dunia Keamanan Digital?
“Ingin Menjadi Ahli SEO Profesional?
Strategi backlink hanyalah salah satu pilar dari SEO. Di Prodi S1 Bisnis Digital Universitas Anwar Medika, Anda akan mempelajari SEO On-Page, Technical SEO, hingga audit website tingkat lanjut dengan bimbingan praktisi, mempersiapkan Anda menjadi spesialis yang dicari industri.
💻 Siap jadi ahli teknologi masa depan?
Daftar sekarang dan wujudkan mimpimu bersama UAM!
